KRISIS KEMANUSIAAN Inggris Bersiap Intervensi Suriah
Selasa, 13 Nopember 2012
LONDON (Suara Karya): Dengan dalih ingin membendung krisis kemanusiaan dan mencegah konflik internal di Suriah tidak menyebar ke negara-negara tetangga, Inggris bersiap untuk melakukan intervensi ke Suriah. Inggris sudah mempersiapkan ratusan personel pasukan untuk dikerahkan ke Suriah.
Kepala Staf Militer Inggris Jenderal Sir David Richards mengatakan, kendati pasukannya bisa saja dikirim ke zona perang di Suriah, namun hal itu akan menimbulkan risiko. Inggris bisa saja terseret ke dalam konflik Suriah yang berskala besar. "Kita akan mengirim pasukan Inggris untuk memainkan peranan dalam menyediakan makanan, tempat berlindung, dan bantuan medis di kamp pengungsi," katanya. Jenderal Richards kembali menegaskan bahwa, tugas Inggris adalah mewaspadai penyebaran dari dampak konflik internal itu. "Situasi kemanusiaan pada musim dingin ini akan semakin memburuk dan peristiwa itu jelas mengundang intervensi. Kita bisa membentuk kontingen untuk menyelesaikan masalah ini. Adalah tugas saya untuk memastikan bahwa, kami sanggup mengirimkan bantuan kepada warga," ujarnya, seperti dikutip Daily Mail, Senin (12/11). "Satu hal yang sangat penting adalah membendung krisis kemanusiaan ini, sehingga konflik internal ini tidak menyebar ke negara-negara seperti Lebanon, Yordania dan Turki," ujarnya. Richards turut mendukung pemberlakuan "zona aman" di Suriah yang ditujukan untuk melindungi segenap warga sipil. Inggris pun mendesak komunitas internasional agar bekerja sama dan mendukung warga Suriah. Pendapat Richards muncul setelah Perdana Menteri Inggris David Cameron mempertimbangkan sebuah langkah militer guna menggulingkan kekuasaan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Menteri Pertahanan Philip Hammond juga menegaskan, negaranya tidak mengesampingkan intervensi militer untuk Suriah. Dan saat ini, sejumlah diplomat Inggris mulai memusatkan perhatiannya untuk menghadapi sikap Rusia dan China terkait isu Suriah. Krisis kemanusiaan di Suriah masih terus terjadi. Akhir pekan lalu, sekitar 8.000 warga Suriah yang kabur dari aksi peperangan di negaranya, menyeberang ke Turki dalam waktu 24 jam terakhir. (AP/Adi)http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=315387


Komentar
Posting Komentar