Saga:Ambil Alih Konservasi Penyu Di Sangalaki, day 2 @ journey berau kalimanta timur Indonesia
Tanjung Redeb-Konservasi Penyu di Pulau Sangalaki saatnya kembali ditangani masyarakat, bukan oleh lembaga tertentu yang tidak memiliki keseriusan melindungi populasi penyu dari ancaman kepunahan, akibat perburuan liar telur dan daging penyu oleh sejumlah pihak tidak bertangungjawab.
Demikian ditegaskan Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Saga Senin (2/8).
Ia mengatakan, keinginan masyarakat tersebut, perlu disikapi secara positif, dan bukan malah negatif, apalagi untuk bukti, cukup dan tidak perlu diragukan keberhasilannya.
,"Soal perbedaan, jelas ditangani masyarakat lebih baik dari pada sekarang,"tegas Saga.
Menurut dia, dewan sangat memahami, dan mencoba memfasilitasi aspirasi masyarakat, melalui rapat dengar pendapat dengan mitra kerja, guna memperoleh informasi seputar tuntutan warga tersebut.
Ia menuturkan, selama proses tersebut menilai, keinginan masyarakat mengelola konservasi penyu di Pulau Sangalaki sejalan dengan pendapat wakil rakyat di DPRD Berau, yang menilai tidak ada kesuksesan selama Badan Konservasi Seumber Daya Alam (BKSDA) mengelola konservasi Penyu di pulau Sangalaki.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan ini mengutarakan, tingginya pencurian, peredaran telur Penyu yang bebas dan penangkapan Penyu diambil dagingya, cukup memberi bukti bahwa BKSDA telah gagal melindungi primata tersebut.
,"karena bukti itu maka sangat pantas konservasi penyu kembali ditagnai masyarakat,"jelas Saga.
Mempersiapkan pengambilalihan pengelolan konservasi, Saga meminta kepada Pemkab Berau, segera merancang formula pengelolaan konservasi penyu Di Pulau Sangalaki berbasis masyarakat.
,"Perlu dimantapkan secara matang bagaimana pola dan pengendalian konservasi, jangan sampaiberjalan kurang tertata, jika jelek, percuma pengelolaan diambil alih,"tegas Saga.tim.
Selasa, 3 September 2013
http://dprd-beraukab.go.id/?task=fullart&PID=2125
Demikian ditegaskan Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Saga Senin (2/8).
Ia mengatakan, keinginan masyarakat tersebut, perlu disikapi secara positif, dan bukan malah negatif, apalagi untuk bukti, cukup dan tidak perlu diragukan keberhasilannya.
,"Soal perbedaan, jelas ditangani masyarakat lebih baik dari pada sekarang,"tegas Saga.
Menurut dia, dewan sangat memahami, dan mencoba memfasilitasi aspirasi masyarakat, melalui rapat dengar pendapat dengan mitra kerja, guna memperoleh informasi seputar tuntutan warga tersebut.
Ia menuturkan, selama proses tersebut menilai, keinginan masyarakat mengelola konservasi penyu di Pulau Sangalaki sejalan dengan pendapat wakil rakyat di DPRD Berau, yang menilai tidak ada kesuksesan selama Badan Konservasi Seumber Daya Alam (BKSDA) mengelola konservasi Penyu di pulau Sangalaki.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan ini mengutarakan, tingginya pencurian, peredaran telur Penyu yang bebas dan penangkapan Penyu diambil dagingya, cukup memberi bukti bahwa BKSDA telah gagal melindungi primata tersebut.
,"karena bukti itu maka sangat pantas konservasi penyu kembali ditagnai masyarakat,"jelas Saga.
Mempersiapkan pengambilalihan pengelolan konservasi, Saga meminta kepada Pemkab Berau, segera merancang formula pengelolaan konservasi penyu Di Pulau Sangalaki berbasis masyarakat.
,"Perlu dimantapkan secara matang bagaimana pola dan pengendalian konservasi, jangan sampaiberjalan kurang tertata, jika jelek, percuma pengelolaan diambil alih,"tegas Saga.tim.
Selasa, 3 September 2013
http://dprd-beraukab.go.id/?task=fullart&PID=2125

Komentar
Posting Komentar