Temanku is My Friends
Bontang 1;13 Kamis Pagi 05 maret 2015
teman dan sahabat sebenarnya bagiku sama saja ngak ada bedanya dan ngak boleh di beda bedain cuman yg di bedakan adalah teman lama dan teman baru, so this the story about my friend, ganteng/cantik, ngak terlalu pintar, rajin , baik dan terlalu polos, temanku yang satu ini sekalipun ke gereja/mesjid satu minggu 7 kali tapi tetap aja dia selalu menjadi buakan yang terakhir sih tapi selalu terlambat dalam segala sesuatunya tapi dia orangnya sunguh sangat baik dan sanggat sering di manfaatkan oleh orang lain, tapi dia ngak pernah sadar, dan malah berteman bersama anak anak yang emang salah gitu.
Istilah kasarnya menurut saya adalah orang Bodoh berteman dengan orang yang Bodoh juga terus mereka mau jadi apa bikin persatuan Bodoh seindonesia kah, sekalipun tidak ada yang bodoh di dunia ini itu cuman kiasan doang, jadi begini banyak sih temanku yang salah jalan dan tidak tau jalan pulang termasuk beberpa adek tingkatku di kampus, tapi yang coba ku cerna adalah kok mereka ngak sadar ya ? ataukan temanku ini pura pura tidak tahu seperti membohongi diri sendiri mungkin.
dan hal seperti ini sudah sangat umun di kampusku Mulawarman University satu satunya kampus negri terbesar terbaik dan terburuk dan terkorup dan terbagus di kalimantan timur, Kota Samarinda yang termacet terbanjir terhijau tertambang batubara dan terbaik juga terkaya di Indonesia, menurut beberapa orangsih.
dan hal sama terus dan terus terjadi, ketika aku kialiah jumlah teman temanku di kelas Hubungan Internasional kelas sore itu lebih dari 89 klo ngak salah dan saat aku wisuda setelah 5 atau 6 tahun berkarya di kampusku teman teman tinggal 20 saja yang masih aktif kerjakan skripsi lebih dari 78%nya hilang di telan oleh kemegahan dan keagungan kota samarinda , dan yang lebih sakit hatinya kamu ngak bisa nolong mereka karna begitu banyak alasan, itu yang terjadi kepad Temanku .
Bukannya aku sombong karna uda wisuda ngak bukan seperti itu tapi kebersamaan yang kurasakan pada saat semester awal dan sedikit komunikasi yang sudah ku jalanin bersama mereka itu sangat menyedihkan ketika beberapa temanmu menceritakan tentang gambaran masa depannya, cita citanya ,memberikan yang terbaik untuk orang tua dan keluaraganya dan semuanya itu musnah dengan seketika, mereka mulai jarang ke kampus dengan berbagai lasan mulai dari lasan ekonomi , sosial dan budaya banyakan sih ekonomi, dan kamu hanya akan mencari kambing hitam untuk di persalahkan tas hilangnya teman temanmu. aku merasa menjadi pecundang yang paling buruk.
namun Tuhan tidak pernah tidur itu kata salah satuu pegawai senior KEMNLU waktu aku magan di sana, beberapa hal baik menimpa teman temanku ada yang pindah kuliah kekampus yg lebih murah ada yang kerja ada juga yang nikah beberapa bahkan sukses dengan usahanya sendiri sekalipun sebagian besar masih bahagia menghabiskan dan juga menikmati apa yang ada.
dan aku mulai sadar dan ketika aku sadar aku cukup kaget dengan pemikiranku sendiri, kebanyakan dari teman temanku yang putus kuliah ini adalah anak anak asli pribumi ngak berani nyebut suku ntr di balang gua sara lagi. pengertian dri pribumi bagiku dalam tulisan ini adalah anak anak yang lahir dan besar di tanah kalimantan yang kayanya minta maaf deh, ok kembali ke temanku jadi temanku ini tetap nyaman dengan posisinya dan jugatetap merasa aman dengan teman temannya yang sekarang yang menurut hemat gua dia bakalan hancur karna teman temannya pada hancur semua, tapi aku tetap berdoa supaya temanku bisa mencapai apa yang dia cita citakan Amin



Komentar
Posting Komentar